detail blog

Jakarta, 12 Apr 2022

www.gm-fkppi.online – GM FKPPI mengapresiasi sinergi TNI/Polri dalam mengamankan dan mengusut pelaku aksi kekerasan yang mewarnai demo mahasiswa 11 April 2022. 

Ketua Umum GM FKPPI Rianta Soerbakti MBA juga mengajak mahasiswa kembali ke kampus. Karena sudah dipastikan pemerintah tegas menyampaikan komitmennya untuk jalankan pemerintahan sesuai konstitusi. 

“Sudah tidak ada lagi 3 periode. Kita kawal dan dukung pemerintahan Pak Jokowi untuk tuntaskan janji politiknya serta konsisten mempersiapkan Pemilu 2024. Jika masih ada yang bermain isu itu lagi, maka dipastikan mereka punya agenda lain yang memang berniat merongrong keutuhan NKRI,” tandasnya. 

GM FKPPI, lanjut Rianta, minta mahasiswa tahan diri dan teliti dalam bergerak. Jangan sampai ditunggangi oknum atau kelompok yang mementingkan kepentingannya dengan menyusupkan kepentingan untuk mengganti Pancasila dan NKRI dengan paham lain. 

Beberapa bukti digital dan pengakuan tersangka kekerasan yang dilansir berbagai media, mengarah pada tindakan kelompok secara terorganisir dan sistematis menunggangi gerakan mahasiswa yang ujungnya membalik isu sentral yang diusung mahasiswa dengan isu menggulingkan pemerintah yang sah serta mengancam NKRI. 

“Beruntung kita memiliki sinergi TNI dan Polisi yang tangguh, segera mengusut menangkap dan mengurai pelaku serta latarbelakangnya. Jika gerakan anti NKRI ini terus menunggangi aksi mahasiswa, maka kami dari ribuan kader GM FKPPI se Indonesia siap membantu TNI Polri untuk menangkalnya," tegasnya. 

Rianta menyarankan kepada para mahasiswa untuk menahan diri serta intropeksi, disarankan agar melakukan evaluasi dan rekonsiliasi gerakannya agar tidak mudah ditunggangi. Apalagi pemerintah telah merespon beberapa tuntutannya, tinggal bagaimana mahasiswa mengawal hasil tuntutannya dengan cara yang bijak dan tidak merugikan banyak pihak. 

“Kami optimis pemerintah yang sah merasa berterima kasih diingatkan oleh para mahasiswa serta akan berkomitmen untuk mewujudkanya selama benar benar bermanfaat untuk negara bukan dengan motif terselubung menurunkan paksa perintah yang sah,” paparnya. 

Apalagi, lanjut Rianta, kita baru saja gotong royong melawan Covid 19 dan kini kita jalani recovery berbagai sektor agar Indonesia kembali pulih, termasuk kini kita berada di bulan sakral umat muslim yang menjalankan ibadah Ramadan. 

“Mari hormati kekhusyukan para saudara saudara kita umat Muslim jalani ibadah Ramadhan yang hampir 3 tahun sebelumnya terganggu ibadah dan silaturahminya karena Covid. Jangan lagi beban negara ini ditambahi dengan aksi brutal yang malah korbannya sesama anak bangsa,” paparnya. 

Rianta mengajak semua organisasi kepemudaan untuk bersatu padu melawan gerakan kekerasan dan pemaksaan yang justru mencederai demokrasi. 

“Jika perlu kita gagas Sumpah Pemuda jilid 2. Bagaimana kita membangun bersama komitmen Nasionalisme dalam menghadapi segala gangguan yang mengancam pada keutuhan NKRI. Kita satukan langkah kita melawan penunggangan pemaksaan gerakan yang menjadi bibit doktrinasi paham radikalisme, separatisme dan globalisme dengan modus menunggangi isu kekecewaan terhadap program pemerintah yang sah. Perlu rekonsiliasi seluruh unsur kepemudaan untuk berkomitmen di garis perjuangan mempertahankan ideologi kebangsaan dan NKRI diatas segala galanya. Mahasiswa serta organisasi keoemudaan agar tidak terjebak pada rutinitas politik praktis atau isu suksesi nasional lima tahunan,” jelas Rianta. 

Dalam kesempatan ini, Rianta menyerukan kepada kader GM FKPPI se Indonesia untuk siaga dan meningkatkan silaturahmi mereka berkordinasi dengan pembina di tiap daerah yakni pimpinan TNI Polri serta mengajak elemen kepemudaan yang lain untuk turut meningkatkan gerakan aksi riil bantu kesulitan rakyat dan tidak turut dalam aktifitas mengusung isu politik praktis. 

“Kita jaga netralitas dan independensi GM FKPPI. Bantu negara dengan peogram program kerja nyata. Ajak mahasiswa dan para pemuda didaerah daerah mengawal dan membantu percepatan program program manfaat yang dicanangkan negara,” pungkasnya. (*)

Berita Lainnya