detail blog

Jawa Timur, 25 Mar 2022

www.gm-fkppi.online, BATU – Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim, Ir R Agoes Soerjanto mengingatkan peserta Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) II PD XIII GM FKPPI Jatim agar waspada dan menyikapi fenomena flexing. 

Hal tersebut dikemukakan oleh Agoes Soerjanto saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapimda II PD XIII GM FKPPI Jatim di Hall Hotel Ciptaningati 24-25 Maret 2022. 

Terlebih Indonesia tercatat negara dengan pengguna media sosial yang sangat tinggi. Dikhawatirkan banyak anak muda yang terpengaruh hidup instan dan akhirnya berhadapan dengan hukum. 

"Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, kita juga merasakan dampak ekonomi yang begitu hebat. Stabilitas harga bahan pokok tak mampu dikendalikan. Muncul semacam ketimpangan sosial di era digitalisasi ini yang dilakukan sejumlah anak muda yang popular di sebut flexing," ujar Agoes Soer. 

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di tengah kondisi banyak pengangguran, muncul anak-anak muda yang tampil hedon, berpikir dan berkiblat instan hidup cepat kaya tanpa berusaha. 

Menurut Agoes fenomena ini dapat memberikan pengaruh negatif secara psikis kepada masyarakat luas. Sementara di Indonesia ini memiliki tradisi kerja keras dalam menggapai kesuksesan. 

"Dikhawatirkan banyak anak muda yang terpengaruh hidup instan dan akhirnya berhadapan dengan hukum. Untuk itu kita ingatkan para kader GM FKPPI dalam meraih sukses berprofesi apapun tentunya mengedepankan sikap kerja keras, serta mengaktualisasikan ilmu dan minat yang dimiliki untuk mendapatkan prestasi yang baik," ujarnya. 

Menurutnya mempertontonkan kekayaan yang instan ditengah kondisi masyarakat yang berkelit dalam kesulitan tentu akan memunculkan gangguan psikis masyarakat. "Karena itu waspadai dan hindari," pesan Agoes. 

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Pandam V Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto. Fenomena Crazy Rich harus diwaspadai dan ditertibkan. 

"Tidak ada instans dalam usaha kita, kesuksesan itu diraih dengan perjuangan dan kerja keras, karena itu saya berpesan beberapa hal," ujar Pangdam.

Pesan Pangdam menyikapi fenomena flexing ini ada beberapa hal yakni kuasai teknologi, kedua pahami literasi digital untuk memanfaatkan medsos dengan baik dan bijak. (*)

Berita Lainnya